Amomongo

Amomongo
Ilustrasi editorial · interpretasi artistik AI

Ringkasan

Amomongo adalah kriptid dalam cerita rakyat Filipina, digambarkan sebagai kera berbulu seukuran manusia dengan kuku panjang yang hidup di gua-gua kaki Gunung Kanlaon.

The amomongo is a cryptid of Philippine folklore, described as a hairy, man-sized ape with long nails living in caves at the foot of Mount Kanlaon.

Kisah dan tradisi

Dalam cerita rakyat Filipina, amomongo adalah kriptid berupa kera berbulu seukuran manusia dengan kuku panjang. Namanya kemungkinan berasal dari kata Hiligaynon amó, yang berarti kera atau monyet. Warga La Castellana, Negros Occidental, memandangnya sebagai makhluk liar dan buas yang tinggal di gua-gua dekat kaki gunung berapi Kanlaon. Pada 9 dan 10 Juni 2008, Elias Galvez dan Salvador Aguilar melaporkan bahwa mereka diserang makhluk berbulu berkuku panjang di Barangay Sag-ang, La Castellana. Kambing dan ayam di sekitar sana dilaporkan terbelah perutnya, dan menurut catatan medis kedua pria itu mengalami banyak goresan di wajah, punggung, dan perut. Warga menggambarkan makhluk itu setinggi sekitar 5 kaki 4 inci, mirip monyet atau kera putih berbulu. Sebagian orang membandingkannya dengan Bigfoot atau Yeti; kalangan ilmiah menganggapnya legenda yang bercampur salah kenal, sedangkan masyarakat setempat memandangnya binatang liar, bukan makhluk cerdas seperti penyihir atau aswang. Istilah amomongo juga dipakai untuk menyebut gorila dalam dongeng tradisional Visayas, dan nama itu sendiri pernah diterjemahkan menjadi "gorila", padahal gorila bukan hewan asli kawasan itu. Amomongo muncul dalam dongeng lokal "Amomongo dan Iput-Iput" (Kera dan Kunang-kunang), tempat seekor kera yang mengejek kunang-kunang akhirnya kalah oleh lawan yang jauh lebih kecil.

In Philippine folklore, the amomongo is a cryptid in the form of a hairy, man-sized ape with long nails. Its name probably comes from the Hiligaynon word amó, meaning ape or monkey. Residents of La Castellana, Negros Occidental, see it as a wild, violent creature living in caves near the foot of the Kanlaon volcano. On 9 and 10 June 2008, Elias Galvez and Salvador Aguilar reported being attacked by a hairy, long-nailed creature in Barangay Sag-ang, La Castellana. Goats and chickens in the area were reportedly disemboweled, and medical records show the two men had numerous scratches on their faces, backs and abdomens. Residents described the creature as about 5 feet 4 inches tall and monkey-like, or a hairy white ape. Some compare it to Bigfoot or the Yeti; the scientific community regards it as legend mixed with mistaken identity, while the local community sees a wild animal rather than an intelligent being such as a witch or an aswang. The term amomongo has also been used for a gorilla in traditional Visayan tales, and the name itself has been translated as "gorilla", though that is not an animal native to the region. The amomongo appears in the local folktale "Amomongo and Iput-Iput" (The Ape and the Firefly), in which an ape who mocks a firefly is in the end defeated by a far smaller opponent.

Fakta utama

Budaya / Culture
Folklor Filipina
Kawasan / Region
Asia Tenggara
Negara / Country
Philippines
Klasifikasi / Classification
Cryptid
Habitat
Cave
Kemampuan / Abilities
Kuku panjang dan tajam, Membelah perut hewan ternak

Tahukah kamu? / Did you know?

Nama amomongo pernah diterjemahkan menjadi "gorila", padahal gorila bukan hewan asli kawasan tersebut.

The name amomongo has been translated as "gorilla", although the gorilla is not an animal native to the region.

Makhluk terkait / Related beings

Lanjutkan