Troll

Ringkasan
Troll adalah sebutan bagi beragam makhluk mirip manusia dalam cerita rakyat Nordic; rupa dan ukurannya berbeda menurut kisah.
Troll refers to varied humanlike beings of Nordic folklore whose forms and sizes differ across tales.
Kisah dan tradisi
Troll mencakup makhluk besar maupun kecil dalam cerita rakyat Nordic. Mereka kerap ditempatkan di pegunungan, gua, hutan, atau tempat terpencil; beberapa kisah menggambarkan mereka hidup sebagai keluarga kecil. Karena ragam itu, gambaran troll sebagai raksasa saja tidak mencakup seluruh tradisi. Dalam sebagian cerita, cahaya matahari mengubah troll menjadi batu. Cerita rakyat juga mengenal troll yang berbahaya bagi manusia, sedangkan rupa mereka dapat tampak buruk atau menyerupai manusia. Penyebutan troll dalam sumber kuno bahkan mencakup jötnar, penghuni gunung, dan hantu; ini menunjukkan makna yang tidak tunggal. Asbjørnsen dan Moe mengumpulkan cerita troll dari pedesaan pada 1837–1871. Seniman Kittelsen kemudian turut membentuk tampilan troll yang dikenal luas. Sementara itu, tokoh Dovregubben muncul dalam drama Peer Gynt karya Henrik Ibsen, sehingga unsur panggung modern perlu dibedakan dari cerita rakyat yang lebih tua. Tradisi Skandinavia dan Saga Grettir mencatat troll sebagai makhluk yang berbahaya bagi manusia. Kisah rakyat menggambarkan mereka sangat kuat, kadang pemakan manusia, dengan kebiasaan menculik dan menyerbu pertanian serta merusak atau melempari gereja. Dalam Saga Grettir, sebuah pertanian di Sandhaugar yang dianggap dihantui troll kehilangan dua lelaki pada malam Natal berturut-turut; seorang troll perempuan raksasa kemudian menyerang Grettir dan lebih kuat daripadanya, sampai lengannya dipotong. Rasa takut terhadap troll tampak dalam saga: para pengunjung gereja menolak mencari gembala yang hilang karena tidak mau menyerahkan diri ke dalam kuasa troll pada malam hari. Orang-orang yakin monster-monster itulah yang menghilangkan para lelaki di lembah. Perlindungan yang tercatat adalah petir yang menakutkan troll, dan sinar matahari yang mengubahnya menjadi batu.
Troll is a broad label for beings of different sizes in Nordic folklore. They inhabit mountains, caves, forests or remote places; some stories place them in small families. The image of a giant alone does not cover the whole tradition. In some tales sunlight turns a troll to stone. Folklore also treats trolls as dangerous, while their appearance ranges from grotesque to humanlike. Older uses of the word include jötnar, mountain dwellers and ghosts, showing its variable meaning. Asbjørnsen and Moe collected rural troll tales in the nineteenth century. Artist Kittelsen helped shape the familiar troll image. Dovregubben appears in Henrik Ibsen’s Peer Gynt, a theatrical creation distinct from older folk tales. Scandinavian tradition and Grettir's Saga record trolls as dangerous to humans. Folk tales describe them as very strong, at times man-eaters, with a habit of kidnapping and overrunning farms and of wrecking or stoning churches. In Grettir's Saga a farm at Sandhaugar thought to be haunted by trolls loses two men at Yule in two successive winters; a huge troll-wife then attacks Grettir and is stronger than he, until her arm is cut off. Fear of trolls shows in the saga: churchgoers refused to search for a missing shepherd, not willing to trust themselves into the power of trolls at night. Men were sure that such monsters were behind the disappearances of men in the valley. The recorded protections are lightning, which frightens trolls, and sunlight, which turns them to stone.
Fakta utama
- Budaya / Culture
- Tradisi Skandinavia
- Kawasan / Region
- Eropa
- Klasifikasi / Classification
- Humanoid
- Kemampuan / Abilities
- Kekuatan fisik luar biasa, Menculik dan menyerbu pertanian, Menghancurkan gereja dan melempar batu