Noppera-bō

Noppera-bō
Ilustrasi editorial · interpretasi artistik AI

Ringkasan

Noppera-bō adalah yōkai berwujud manusia yang wajahnya tampak licin tanpa mata, hidung, atau mulut.

Noppera-bō is a humanlike yōkai whose face appears smooth, without eyes, nose, or mouth.

Kisah dan tradisi

Noppera-bō adalah yōkai tanpa wajah dalam cerita rakyat. Ia mula-mula dapat tampak seperti orang biasa, lalu memperlihatkan kulit wajah yang licin tanpa mata, hidung, atau mulut. Cerita itu terutama bertujuan menakuti, bukan menyerang secara fisik. Dalam sejumlah penuturan, sosok tanpa wajah dijelaskan sebagai samaran binatang pengubah wujud seperti mujina, rubah, atau tanuki. Identitas penyebabnya tidak seragam di semua cerita; karena itu noppera-bō lebih tepat dipahami sebagai corak penampakan daripada satu makhluk dengan silsilah tetap. Versi terkenal muncul dalam “Mujina” karya Lafcadio Hearn, terbit dalam Kwaidan pada 1904. Di lereng Kii-no-kuni-zaka, seorang pedagang melihat perempuan menangis di tepi parit. Saat didekati, perempuan itu mengusap wajah dan menampakkan ketiadaan mata, hidung, dan mulut. Pedagang lari ke penjual soba, tetapi penjual itu juga membuat wajahnya menjadi licin seperti telur dan lampunya padam. Judul dan teks utama cerita Hearn memakai “Mujina”, tetapi catatan Hearn sendiri menyebut penampakan tanpa wajah itu “nopperabo”. Sumber lebih tua juga mencatat penampakan serupa, termasuk nama nupperibō dalam kumpulan kisah tahun 1767; dua kemunculan dalam cerita Hearn bukan satu-satunya bentuk legenda ini.

Noppera-bō is a faceless yōkai in folklore. It can first appear as an ordinary person and then reveal smooth facial skin without eyes, nose, or mouth. Such stories chiefly frighten rather than physically attack. In some tellings the faceless figure is a disguise used by a shape-shifting mujina, fox, or tanuki. Its underlying identity differs among tales, so the figure is best treated as a recurring apparition rather than one being with a fixed lineage. A famous version appears in Lafcadio Hearn’s “Mujina,” published in Kwaidan in 1904. On the Kii-no-kuni-zaka slope a merchant sees a woman weeping beside a moat. When approached, she strokes her face and reveals that it has no eyes, nose, or mouth. The merchant flees to a soba seller, but the seller also makes his face smooth like an egg, and the light goes out. Hearn’s title and main text use “Mujina,” but his own note calls the faceless apparition “nopperabo.” A 1767 tale collection also records a similar figure called nupperibō; Hearn’s double encounter is not the only form of this legend.

Fakta utama

Budaya / Culture
Folklor & Mitologi Jepang
Kawasan / Region
Asia Timur
Klasifikasi / Classification
Yokai

Makhluk terkait / Related beings

Lanjutkan