Hitodama

Ringkasan
Hitodama adalah gambaran jiwa manusia yang melayang seperti bola bercahaya berekor.
Hitodama is an image of a human soul floating as a luminous ball with a tail.
Kisah dan tradisi
Sebuah penjelasan tentang kepercayaan lama menyebut jiwa dapat terlepas dari tubuh; jiwa yang melayang bebas disebut hitodama. Bentuknya dibayangkan bundar dan berekor seperti kecebong. Dalam uraian lain, ia tampak sebagai gumpalan api gaib yang melayang di dekat orang meninggal, kadang berwarna jingga, merah, atau putih kebiruan. Sebuah cetakan kayu memperlihatkan ekornya yang memanjang. Gambaran hitodama tercatat dalam ensiklopedia Wakan sansai zue tahun 1715 dan disebut dalam pembahasan syair Man’yōshū. Sebuah kajian folklor membedakan hitodama, cahaya mirip fluoresen sebagai lambang jiwa, dari hidama yang secara harfiah berarti bola api. Dalam kepercayaan yang dikajinya, hitodama juga dianggap pertanda buruk. Ini adalah laporan tentang kepercayaan dan kesaksian, bukan bukti bahwa cahaya tersebut benar-benar jiwa manusia.
An account of older beliefs says a soul could separate from the body; a freely floating soul was called hitodama. It was imagined as round and tailed like a tadpole. Another account depicts it as a ghostly fireball near the dead, sometimes orange, red, or bluish white. A woodblock print shows its trailing tail. Hitodama appears in the 1715 encyclopedia Wakan sansai zue and in a discussion of a Man’yōshū poem. A folklore study distinguishes hitodama, a fluorescent-like light representing a soul, from hidama, literally a fireball. In the beliefs it studied, hitodama was also considered a bad omen. These are accounts of belief and reported experience, not proof that the lights were human souls.
Fakta utama
- Budaya / Culture
- Folklor & Mitologi Jepang
- Kawasan / Region
- Asia Timur
- Klasifikasi / Classification
- Spirit