Hannya

Hannya
Ilustrasi editorial · interpretasi artistik AI

Ringkasan

Hannya adalah tipe topeng Noh yang menampilkan perempuan yang berubah menjadi iblis karena amarah dan kecemburuan.

Hannya is a Noh mask type portraying a woman transformed into a demon by rage and jealousy.

Kisah dan tradisi

Hannya merujuk pada tipe topeng teater Noh, bukan nama diri satu tokoh mitologi. Topeng itu menampilkan perempuan yang berubah menjadi iblis karena kecemburuan dan dendam. Contoh abad ke-17 dalam koleksi museum memiliki dua tanduk di dahi; wajahnya tampak garang tetapi menurut kurator juga harus memancarkan martabat. Penjelasan itu menggambarkan makna tokoh di atas panggung, bukan bukti bahwa semua kisah tentang roh perempuan memiliki satu identitas bernama Hannya. Topeng hannya dapat mengungkap perasaan yang berbeda lewat ciri visual. Salah satu koleksi menjelaskan tanduk dan gigi berlapis emas serta rambut yang dicat kusut; warna wajah pucat digunakan untuk sisi lembut perempuan dalam Aoi-no-ue, sedangkan merah gelap menunjukkan gairah kuat dalam Dōjō-ji dan Kuro-zuka. Museum lain mengaitkan peran topeng itu dengan roh perempuan dalam pertunjukan Aoinoue dan Dojoji serta menyebut dua tanduk, mata berkilau, dan rambut berantakan. Dengan demikian, hannya lebih tepat dipahami sebagai corak penggambaran roh atau iblis perempuan di Noh daripada satu makhluk dengan riwayat tunggal.

Hannya names a type of Noh theater mask rather than one mythic individual. It depicts a woman turned demon through jealousy and vengeance. A seventeenth-century museum example has two horns on the forehead; its fierce expression is also expected to carry dignity. This describes a stage role, not evidence that every tale of a female spirit concerns one being named Hannya. Hannya masks can convey different feelings through visual details. One collection describes gilded horns and teeth and disordered painted hair; paler coloring expresses feminine delicacy in Aoi-no-ue, while dark red conveys intense passion in Dōjō-ji and Kuro-zuka. Another museum connects the mask with female ghosts in Aoinoue and Dojoji and notes two horns, glittering eyes, and shaggy hair. Hannya is therefore best understood as a way Noh portrays female spirits or demons rather than a single being with one life story.

Fakta utama

Budaya / Culture
Folklor & Mitologi Jepang
Kawasan / Region
Asia Timur
Klasifikasi / Classification
Demon

Makhluk terkait / Related beings

Lanjutkan