Amabie

Ringkasan
Amabie adalah yōkai laut Jepang yang dalam kisah tahun 1846 meramalkan panen dan penyakit serta meminta gambarnya disebarkan.
Amabie is a Japanese sea yōkai whose 1846 story predicts harvests and disease and asks people to share its image.
Kisah dan tradisi
Selembar cetakan dari tahun 1846 mengisahkan munculnya Amabie di laut Higo, wilayah Kumamoto kini. Cahaya terlihat berulang kali di laut, lalu seorang pejabat menemui makhluk yang mengaku bernama Amabie dan tinggal di laut. Makhluk itu meramalkan panen baik selama enam tahun serta penyebaran penyakit, kemudian meminta agar rupanya digambar dan diperlihatkan kepada banyak orang. Kisahnya beredar melalui lembar berita bergambar kawaraban. Amabie termasuk yōkai dalam cerita rakyat Jepang. Pada masa wabah COVID-19, orang kembali menggambar dan membagikan citranya melalui media sosial. Museum menyebut kementerian kesehatan Jepang memakai Amabie dalam pesan kesadaran pandemi. Penggunaan masa kini itu menunjukkan kehidupan baru gambar lama tersebut, sementara teks cerita awal hanya menyebut ramalan dan permintaan memperlihatkan gambarnya.
An 1846 print tells of Amabie appearing in the sea off Higo Province, now Kumamoto. A recurring light drew an official to the shore, where the creature identified itself as Amabie and said it lived in the sea. It predicted six years of good harvests and the spread of disease, then asked people to draw and show its image. The story circulated in illustrated kawaraban bulletins. Amabie belongs to Japan’s yōkai tradition. During the COVID-19 pandemic, people began drawing and sharing its image again on social media. A museum reports that Japan’s health ministry used Amabie in pandemic awareness messages. This modern use revived the old image, while the early printed account itself records a prophecy and a request to show the creature’s picture.
Fakta utama
- Budaya / Culture
- Folklor & Mitologi Jepang
- Kawasan / Region
- Asia Timur
- Klasifikasi / Classification
- Yokai