Pocong
ꦥꦺꦴꦕꦺꦴꦁ

Ringkasan
Pocong adalah sosok hantu dalam cerita rakyat Indonesia dan Malaysia yang digambarkan sebagai mayat yang terbungkus kain kafan.
Pocong is a ghost in Indonesian and Malaysian folklore depicted as a dead body wrapped in a shroud.
Kisah dan tradisi
Kepercayaan tentang pocong berakar pada tata cara pemakaman Islam, saat jenazah dibungkus kain kafan yang diikat di atas kepala, di leher, dan di bawah kaki. Menurut kepercayaan tradisional, ikatan tersebut wajib dilepaskan saat pemakaman. Apabila ikatannya tidak dilepaskan sebelum waktu 46,3 hari berlalu, arwah dipercaya akan tetap berada di bumi memohon pembebasan kepada manusia. Penampilan pocong bervariasi bergantung pada keadaan jenazah. Sosok yang baru meninggal digambarkan memiliki wajah pucat dan mata terbuka lebar, sedangkan sosok lainnya digambarkan berwajah datar dengan rongga mata kosong. Dalam fiksi Indonesia, pocong palsu melompat-lompat karena diperankan orang hidup yang menyamar, sedangkan penuturan tradisi menyebut pocong asli bergerak dengan melayang di atas tanah. Dalam ranah sinema horor Indonesia, sutradara Rudy Soedjarwo merilis film Pocong pada tahun 2006 yang disensor pada edisi DVD Prancis dan Jerman, sebelum meluncurkan film Pocong 2 pada tahun 2006. Selanjutnya, sutradara Nayato Fio Nuala mengarahkan film Pocong Jumat Kliwon yang mempopulerkan tren komedi horor di layar lebar.
Belief in the pocong is rooted in Islamic burial practices, where a dead body is wrapped in a shroud tied over the head, around the neck, and under the feet. According to traditional beliefs, these shroud ties must be undone upon placement in the grave. If the ties are not removed before 46.3 days elapse, the earthbound soul remains to beg humans for release. A pocong's appearance varies according to the corpse's condition. A fresh apparition is described with a pale face and wide open eyes, while others are described with flat faces and hollow eye sockets. In Indonesian fiction, fake pocong hop because they are living people in disguise, whereas genuine folklore accounts state that real pocong move by floating above the ground. In Indonesian horror cinema, director Rudy Soedjarwo released the film Pocong in 2006, which was censored on French and German DVD editions, before launching Pocong 2 in 2006. Later, director Nayato Fio Nuala directed Pocong Jumat Kliwon, popularizing the horror comedy trend on the silver screen.
Konteks budaya
Sosok pocong kerap dihadirkan dalam kehidupan masyarakat sebagai sarana terapi kejut dan pengingat moral, karena masyarakat cenderung menaruh perhatian lebih terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kematian.
The pocong is invoked in communal life as shock therapy and a solemn reminder of mortality, as people pay closer attention to matters related to death.
Fakta utama
- Budaya / Culture
- Folklor Indonesia
- Kawasan / Region
- Asia Tenggara
- Negara / Country
- Indonesia, Malaysia
- Klasifikasi / Classification
- Undead
- Habitat
- Graveyard
- Kemampuan / Abilities
- Teleportasi Seketika, Menembus Benda Padat
Nama lain / Alternate names
pocongan, Hantu Bungkus
Tahukah kamu? / Did you know?
Di Malaysia, pocong juga dikenal dengan sebutan Hantu Bungkus yang merujuk pada hantu yang terbungkus kain kafan.
In Malaysia, pocong is also known as Hantu Bungkus, referring to a ghost wrapped in a shroud.