Kuntilanak

Ringkasan
Kuntilanak adalah hantu berwujud perempuan gaib dalam cerita rakyat Indonesia dan Melayu yang dipercaya berasal dari wanita hamil yang meninggal dunia.
Kuntilanak is a female spirit in folklore of Indonesia and the Malay world believed to originate from a woman who died during pregnancy or childbirth.
Kisah dan tradisi
Kuntilanak digambarkan sebagai sosok wanita berkulit pucat dengan rambut hitam legam panjang yang menutupi wajah serta mengenakan gaun putih panjang yang menutupi seluruh tubuh [kuntilanak-c04, kuntilanak-c11]. Sosok hantu ini gemar bersemayam di pohon tertentu seperti pohon waru doyong dan kerap meneror penduduk kampung di jalan sunyi untuk menuntut balas [kuntilanak-c06, kuntilanak-c07]. Dalam cerita rakyat Melayu dan tradisi Nusantara, sosok kuntilanak memiliki rongga atau lubang di bagian belakang leher atau punggungnya sebagai tempat roh jahat bersemayam [kuntilanak-c05, kuntilanak-c12]. Masyarakat meyakini jika seseorang menancapkan paku tajam pada lubang di leher atau ubun-ubun kepalanya, sosok ini akan menjadi jinak dan menjelma menjadi wanita yang dapat dinikahi [kuntilanak-c09, kuntilanak-c10, kuntilanak-c16].
Kuntilanak is depicted as a pale ghostly woman with long black hair covering her face and wearing a long white dress that covers her body [kuntilanak-c04, kuntilanak-c11]. The spirit is reputed to haunt certain trees such as leaning waru trees and terrorizes village inhabitants on quiet roads to seek retribution [kuntilanak-c06, kuntilanak-c07]. In Malay folklore and Nusantara tradition, the kuntilanak has a hollow cavity or hole in the back of her neck or back where the spirit dwells [kuntilanak-c05, kuntilanak-c12]. Popular belief holds that driving a sharp iron nail into her neck hole or into the crown of her head subdues her, turning her into a woman who can be wed [kuntilanak-c09, kuntilanak-c10, kuntilanak-c16].
Konteks budaya
Kepercayaan terhadap kuntilanak tersebar luas di Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, dan Thailand. Di Kalimantan Barat, legenda tutur mengaitkan sejarah pendirian Kota Pontianak di pertemuan sungai Kapuas dan Landak dengan peristiwa pengusiran kuntilanak oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie [kuntilanak-c13, kuntilanak-c14, kuntilanak-c18].
Belief in kuntilanak is widespread throughout Southeast Asia including Indonesia, Malaysia, Singapore, Brunei Darussalam, the Philippines, and Thailand. In West Kalimantan, oral tradition links the founding of the city of Pontianak at the confluence of the Kapuas and Landak rivers to the banishing of kuntilanak by Syarif Abdurrahman Alkadrie [kuntilanak-c13, kuntilanak-c14, kuntilanak-c18].
Fakta utama
- Budaya / Culture
- Folklor Indonesia
- Kawasan / Region
- Asia Tenggara
- Negara / Country
- Indonesia, Malaysia, Singapore, Brunei, Philippines, Thailand
- Klasifikasi / Classification
- Spirit
- Habitat
- Forest
- Kemampuan / Abilities
- Meneror dan menuntut balas, Penjelmaan wanita memikat
Nama lain / Alternate names
Pontianak, Puntianak, Buntianak, Matianak, Kunti