Kratt

Kratt
Ilustrasi editorial · interpretasi artistik AI

Ringkasan

Kratt adalah makhluk ajaib pembawa harta dalam mitologi Estonia, dibuat dari jerami atau perkakas tua dan dihidupkan dengan tiga tetes darah yang diberikan kepada Iblis.

The kratt is a magical treasure-bearing creature of Estonian mythology, made of hay or old tools and brought to life with three drops of blood given to the Devil.

Kisah dan tradisi

Kratt, juga disebut pisuhänd, puuk, tulihänd, atau vedaja, adalah makhluk ajaib pembawa harta dalam mitologi Estonia. Pemiliknya membuatnya dari jerami atau perkakas rumah tangga lama, lalu memberi Iblis tiga tetes darah agar kratt hidup. Dalam cerita rakyat ia terbang sebagai pancaran api atau percikan sambil mengangkut berbagai harta seperti gandum, pakaian, dan uang. Kratt melakukan apa pun yang diperintahkan tuannya, terutama mencuri barang untuknya. Ia harus terus diberi pekerjaan; bila menganggur ia menjadi berbahaya bagi pemiliknya. Untuk menyingkirkannya, sang tuan memberinya tugas mustahil seperti membuat tangga dari roti, hingga kratt yang terbuat dari jerami itu terbakar habis. Dalam astronomi rakyat, bola api meteor dianggap kratt yang marah karena diberi tugas mustahil. Pada 1925–1940 terbit majalah satire Estonia bernama Kratt, dan balet Estonia pertama karya Eduard Tubin yang dipentaskan pada 1943 juga berjudul Kratt. Pemerintah Estonia memakai kratt sebagai metafora kecerdasan buatan.

The kratt, also known as pisuhänd, puuk, tulihänd or vedaja, is a treasure-carrying magical being in Estonian myth. Its owner shaped it from hay or worn-out household tools and then gave the Devil three drops of blood to make it live. In folk belief it flies about as a streak of fire or sparks, hauling goods such as grain, clothing and money. The kratt does whatever its master commands, mostly stealing goods for him. It must be kept busy at all times; left idle, it turns on its owner. To be rid of it, the master sets it an impossible task such as building a ladder of bread, until the hay creature catches fire and burns away. In folk astronomy a fireball meteor was taken for a kratt enraged by an impossible job. From 1925 to 1940 an Estonian satirical magazine was called Kratt, and the first Estonian ballet, by Eduard Tubin, premiered in 1943, bears the same title. Estonian authorities use the kratt as a metaphor for artificial intelligence.

Fakta utama

Budaya / Culture
Tradisi Estonia
Kawasan / Region
Eropa
Klasifikasi / Classification
Legendary Creature
Kemampuan / Abilities
Terbang

Nama lain / Alternate names

Pisuhänd, Puuk, Tulihänd

Tahukah kamu? / Did you know?

Pemerintah Estonia memakai kratt sebagai metafora kecerdasan buatan.

Estonian authorities use the kratt as a metaphor for AI.

Makhluk terkait / Related beings

Lanjutkan