Curupira

Ringkasan
Curupira adalah roh penjaga hutan dalam mitos Tupí-Guaraní yang menghukum penebang hutan berlebihan dan dikenal dengan kakinya yang menghadap ke belakang.
Curupira is a forest guardian spirit of Tupí-Guaraní myth who punishes people for overcutting and is known for its backward-facing feet.
Kisah dan tradisi
Curupira adalah roh hutan dalam mitos daerah berbahasa Tupí-Guaraní di Brasil, Paraguay, dan kawasan Guyana. Ia dianggap penjaga hutan dan satwa liar, dan menghukum orang yang menebang pohon secara berlebihan. Kakinya menghadap ke belakang, sehingga jejaknya membawa pelacak ke arah yang salah. Sebagian orang mengatakan giginya biru atau hijau, dan sumber lain menggambarkan rambutnya merah menyala. Penyebutan tertua yang tercatat berasal dari Joseph of Anchieta pada 30 Mei 1560 di São Vicente, São Paulo. Para Yesuit awal menggambarkannya sebagai makhluk menakutkan yang ditenangkan dengan sesaji. Di bawah pengaruh Eropa, sosoknya kemudian bergeser menjadi roh penipu yang lebih jenaka.
The Curupira is a forest spirit in the myths of Tupí-Guaraní-speaking areas of Brazil, Paraguay and the Guyanas. It is regarded as a protector of forests and wildlife and punishes people who cut too many trees. Its feet point backwards, so its footprints lead trackers the wrong way. Some say its teeth are blue or green, and other accounts give it flame-red hair. The earliest recorded mention comes from Joseph of Anchieta on 30 May 1560 in São Vicente, São Paulo. Early Jesuits described it as a fearsome being appeased with offerings. Under European influence the figure later shifted toward a more mischievous trickster.
Fakta utama
- Budaya / Culture
- Tradisi Tupí
- Kawasan / Region
- Amerika Selatan
- Negara / Country
- Brazil, Paraguay
- Klasifikasi / Classification
- Spirit
- Habitat
- Forest
Tahukah kamu? / Did you know?
Curupira sudah disebut Joseph of Anchieta pada tahun 1560.
Joseph of Anchieta already mentioned the Curupira in 1560.