Anhangá

Ringkasan
Anhangá adalah roh dalam kepercayaan pribumi Brasil yang menjaga hewan buruan dan sering berwujud rusa putih bermata menyala [anhanga-c01, anhanga-c03, anhanga-c04].
Anhangá is a spirit of native Brazilian belief that guards game and often appears as a fiery-eyed white deer [anhanga-c01, anhanga-c03, anhanga-c04].
Kisah dan tradisi
Anhangá adalah sejenis roh dalam pandangan dunia beberapa kelompok pribumi Brasil dan dalam sastra Indianis. Roh ini dipercaya dapat mengambil banyak wujud, dan menurut kamus Raimundo Morais, nama Anhanga berpadanan dengan bayangan atau roh yang menjelma sebagai rusa putih bermata api. Sebagai pelindung hewan buruan, Anhangá dipercaya menjaga hewan di padang terbuka dari perburuan berlebihan. Pemburu yang mengejar hewan yang sedang menyusui dapat ditimpa demam dan kadang kegilaan. Dalam satu legenda dari Santarém, seorang pemburu Tupinambá menembak ibunya sendiri karena ilusi Anhangá. Penjagaan serupa di hutan dipegang oleh Caipora. Di sisi lain, Anhangá dipercaya menyiksa jiwa orang mati, dan bunyi badai dikaitkan dengan agnan. Suku Tupinambá konon lebih takut kepadanya daripada apa pun. Bagi suku Mawé, ia digambarkan sebagai iblis pengikut Yurupari. Penafsiran modern berbeda-beda: Câmara Cascudo menganggap Anhanga sebagai mitos kebingungan kata yang semula hanyalah Anga, jiwa pengembara, sedangkan satu portal berita menyebutnya dikaitkan dengan kejahatan dan dianggap musuh Tupã.
Anhangá is a type of spirit in the worldview of several native groups of Brazil and in Indianist literature. It is believed to take many forms, and in Raimundo Morais's dictionary the name Anhanga corresponds to shadow or spirit, embodied as a white deer with eyes of fire. As a protector of game, Anhangá is believed to guard animals of the open fields against abusive hunting. A hunter who pursues a nursing animal may be struck with fever and sometimes madness. In one legend from Santarém, a Tupinambá hunter shot his own mother because of Anhangá's illusions. Similar guardianship in the forest is assumed by Caipora. On the other hand, Anhangá is believed to torment the souls of the dead, and the noise of storms was associated with the agnan. The Tupinambás were said to fear him more than anything else. To the Mawés he is portrayed as a demon, a follower of Yurupari. Interpretations differ: Câmara Cascudo saw Anhanga as a myth of verbal confusion that began as the Anga, the wandering soul, while one news portal says he is associated with evil and considered an enemy of Tupã.
Konteks budaya
Anhangá dipandang sebagai pelindung hewan buruan di padang terbuka, tetapi sekaligus ditakuti sebagai penyiksa jiwa orang mati dan roh jahat.
Anhangá is seen as a protector of game on the open fields, but also feared as a tormentor of the souls of the dead and a malignant spirit.
Fakta utama
- Budaya / Culture
- Tradisi Tupí
- Kawasan / Region
- Amerika Selatan
- Negara / Country
- Brazil
- Klasifikasi / Classification
- Spirit
- Habitat
- Fields
- Kemampuan / Abilities
- Berubah wujud
Nama lain / Alternate names
Kaagere, ahiãg, agnan
Tahukah kamu? / Did you know?
Dalam legenda dari Santarém, seorang pemburu menembak ibunya sendiri karena terkecoh ilusi Anhangá.
In a legend from Santarém, a hunter shot his own mother after being fooled by Anhangá's illusion.