Adze
Adze (folklore)

Ringkasan
Adze adalah makhluk roh pengisap darah dalam mitologi Ewe di Togo dan Ghana, yang berwujud kunang-kunang, dapat berubah menjadi manusia, dan merasuki orang sehingga mereka dianggap penyihir.
The adze is a blood-drinking spirit of Ewe mythology in Togo and Ghana that appears as a firefly, can turn into human form, and possesses people, who are then regarded as witches.
Kisah dan tradisi
Adze adalah makhluk vampir dalam cerita rakyat Ewe, suku bangsa Afrika Barat yang tersebar di Ghana, Togo, dan Benin. Di alam liar ia tampak sebagai kunang-kunang, tetapi berubah ke wujud manusia bila tertangkap. Dalam wujud manusia itu ia dapat merasuki orang lain. Pada malam hari kunang-kunang adze masuk ke rumah lewat lubang kunci, celah dinding, jendela, atau kolong pintu, lalu mengisap darah orang yang tidur hingga mereka sakit dan mati. Sumber lain menyebut ia terutama mengincar darah anak-anak, tetapi juga suka meminum santan atau minyak sawit. Orang yang dirasuki adze, laki-laki maupun perempuan, dipandang sebagai penyihir, dan pengaruhnya merugikan keluarga serta orang di sekitarnya. Kecurigaan bisa jatuh pada perempuan yang anak-anak saudaranya lebih beruntung, pada orang tua ketika kaum muda mendadak meninggal, atau pada orang miskin yang iri pada orang kaya. Kisah adze kemungkinan merupakan upaya menjelaskan dampak mematikan nyamuk dan malaria, tafsiran yang juga dikaitkan dengan Matthew Bunson. Ia berbeda dari vampir Eropa karena wujud serangganya serta kaitannya dengan kerasukan dan sihir.
The adze is a vampire-like being in the lore of the Ewe, a West African people living in Ghana, Togo and Benin. Out in the open it looks like a firefly, yet it assumes human shape once it is caught. In that human shape it is able to take possession of other people. At night the firefly slips into houses through keyholes, wall cracks, windows or the gap under a door and drinks the blood of sleepers until they sicken and die. Another account says children are its main victims, though it is also fond of coconut milk or palm oil. Anyone possessed by an adze, man or woman, is seen as a witch, and the influence falls on relatives and neighbours. Suspicion may land on a woman whose nephews and nieces do better than her own children, on the elderly when young people start dying, or on poor people thought to envy the rich. The adze stories were probably a way to account for the lethal effects of mosquitoes and malaria, a reading also credited to Matthew Bunson. It stands apart from the European vampire through its insect shape and its ties to possession and witchcraft.
Konteks budaya
Kepercayaan pada adze terkait dengan tuduhan sihir: orang yang dianggap dirasuki dicurigai karena keadaan sosial seperti iri hati atau nasib anak-anak dalam keluarga.
Belief in the adze is tied to witchcraft accusations: those thought possessed are suspected because of social situations such as envy or the fortunes of children within a family.
Fakta utama
- Budaya / Culture
- Tradisi Afrika Barat (kelompok regional)
- Kawasan / Region
- Afrika
- Negara / Country
- Togo, Ghana, Benin
- Klasifikasi / Classification
- Spirit
- Habitat
- Dwelling
- Kemampuan / Abilities
- Berubah wujud, Merasuki manusia
Tahukah kamu? / Did you know?
Kisah adze diduga lahir dari upaya menjelaskan bahaya nyamuk dan malaria.
The adze stories are thought to have arisen as a way of explaining the dangers of mosquitoes and malaria.