Abada
Abada (unicorn)

Ringkasan
Abada adalah hewan mitos dalam bahasa Kongo yang mirip unicorn tetapi bertanduk dua yang bengkok; tanduknya disebut dapat menjadi penawar racun dan penyakit.
In the Kongo language Abada names a mythical animal like a unicorn but with two crooked horns, whose horns are said to work as an antidote to poison and disease.
Kisah dan tradisi
Dalam bahasa Kongo, Abada menunjuk hewan mitos yang mirip unicorn, tetapi memiliki dua tanduk bengkok dan bukan satu. Ia digambarkan seukuran keledai kecil dengan ekor seperti babi hutan, dan juga dikenal sebagai Nillekma atau Arase. Tanduknya konon terkulai lunak saat Abada santai atau tidur dan mengeras ketika ia merasa terancam, dan dapat menjadi penawar racun dan penyakit. Kedatangannya dipandang sebagai pertanda keberuntungan dan sumber harapan supernatural. Sumber-sumber lama membedakan abada dari unicorn: kutipan dari Bapa Tellez, yang berasal dari seorang Portugis yang pernah tinggal di Abisinia, menyatakan abada bertanduk dua yang bengkok dan kurang ampuh dibanding tanduk unicorn, meski tetap menjadi penawar racun. Sumber lain mengaitkannya dengan Kordofan, provinsi di bagian tengah Sudan, sedangkan Gould menyebut Cavassi mengenalnya di Kongo dengan nama Abada.
In the Kongo language Abada refers to a mythical animal akin to a unicorn, yet it carries two crooked horns instead of one. It is pictured as about as big as a small donkey with a boar-like tail, and it also goes by the names Nillekma and Arase. Its horns are said to hang soft and limp while the Abada rests or sleeps and to stiffen when it feels threatened, and they can serve as an antidote to poison and disease. Its coming is taken as an omen of good fortune and a supernatural source of hope. Older sources tell the abada apart from the unicorn: a passage quoted from Father Tellez, from a Portuguese who had lived in Abyssinia, says the abada has two crooked horns that are less sovereign than the unicorn's yet still serve as antidotes to poison. Other sources tie it to Kordofan, a central province of Sudan, while Gould reports that Cavassi knew it in Congo under the name Abada.
Konteks budaya
Menurut artikel pertama, kemunculan Abada dianggap membawa nasib baik dan menjadi harapan gaib bagi orang yang sedang kesulitan.
According to the first article, an appearance of the Abada is taken as a lucky omen and as hope of an otherworldly kind for people in trouble.
Fakta utama
- Budaya / Culture
- Tradisi Kongo
- Kawasan / Region
- Afrika
- Negara / Country
- Democratic Republic of the Congo, Sudan
- Era
- The word abada was first used for a unicorn-like creature in the 17th century
- Klasifikasi / Classification
- Legendary Creature
- Kemampuan / Abilities
- Tanduk penawar racun
Nama lain / Alternate names
Nillekma, Arase
Tahukah kamu? / Did you know?
Tanduk Abada konon terkulai lunak saat ia santai atau tidur dan mengeras ketika ia merasa terancam.
The Abada's horns are said to hang soft when it is relaxed or asleep and harden when it feels threatened.